14
Jun
10

Assembly Language pada AVR mikrokontroler


Dalam membuat program untuk AVR kita dapat menggunakan bahasa Assembler atau juga bahasa C. Kalo kita sudah bisa salah satu bahasa pemrograman, pentingkah untuk belajar bahasa yang lain ? ilustrasinya adalah biarpun kita hidup di indonesia, kadang kita juga butuh untuk tahu bahasa Inggris. Namun, di saat kita butuh kenyamanan dan kecepatan, kita dapat menggunakan bahasa asal kita.

Assembler adalah salah satu bahasa yang dapat digunakan pada AVR. Kelebihan dari bahasa assembler adalah :

  1. Mesin akan melakukan langkah satu per satu sesuai dengan bahasa yang tertulis sehingga eksekusinya akan efektif sesuai dengan yang dibutuhkan. Sehingga akan menghemat memori pada MK.
  2. Karena hanya kode yang dibutuhkan yang dieksekusi, maka mikrokontroler akan berjalan secepat mungkin karena tidak adanya eksekusi yang tidak perlu yang disebabkan oleh peng generate an kode.
  3. Kita dapat melihat per langkah pengeksekusian program sehingga kita tahu dimana letak kesalahan jika ada.

Adapun kekurangan dari bahasa assembler adalah memiliki perbedaan perintah untuk keluarga mikrokontroler yang berbeda. Perintah – perintah assembler untuk keluarga MCS-51 tak dapat digunakan pada keluarga AVR. Selain itu, karena semua pengalamatan dilakukan secara manual [dibuat sendiri oleh pembuat program], maka dibutuhkan pengetahuan tentang alamat register, RAM internal dan sebagainya.


0 Responses to “Assembly Language pada AVR mikrokontroler”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: