Archive for the 'mikrokontroller' Category

27
Jul
10

Protector tegangan untuk Interfacing antara Hp dengan mikrokontroller


Rangkaian protector ini bisa digunakan untuk mengatasi perbedaan level tegangan antara HP dan mikrokontroller. Tegangan kerja mikrokontroller yang umum adalah kurang lebih 5volt.Tegangan kerja HP adalah sebesar 3,6 volt. Jika langsung dikoneksikan(komunikasi serial) antara keduanya kasus yang terjadi (misalnya pada Siemens c55) adalah Hp  tiba-tiba mati,terutama pada saat Transmit data dari mikrokontroller (pin Tx) ke HP(pin Rx). Rangkaian ini cukup sederhana tediri dari sebuah resistor dan zener diode.

Tegangan input zener haruslah lebih besar diatas tegangn dadal zener tersebut.Jika tegangan input dibawah tegangan zener maka tidak akan terjadi penstabilan. Untuk rangkaian ini, input zener adalah 5Volt(level ttl dari mikrokontroller). Sedangkan Handphone bekerja pada tegangan 3,6-3,7volt.

Zener yang digunakan adalah Zener 3,6 volt. Sedangkan nilai Resistor pembatasa arusnya didapatkan dengan rumus:

Rz =  (Vin-Vz)/Iz

Dengan Iz menurut datasheet umumnya adalah sekitar 20mA

Rz =  (5volt-3,6volt)/20ma

Rz = 70Ohm

Jadi nilai R2 dapat dipilih anatara 68ohm s/d 100ohm untuk menyesuaikan dengan keberadaan resistor yang umum.

14
Jun
10

Assembly Language pada AVR mikrokontroler


Dalam membuat program untuk AVR kita dapat menggunakan bahasa Assembler atau juga bahasa C. Kalo kita sudah bisa salah satu bahasa pemrograman, pentingkah untuk belajar bahasa yang lain ? ilustrasinya adalah biarpun kita hidup di indonesia, kadang kita juga butuh untuk tahu bahasa Inggris. Namun, di saat kita butuh kenyamanan dan kecepatan, kita dapat menggunakan bahasa asal kita.

Assembler adalah salah satu bahasa yang dapat digunakan pada AVR. Kelebihan dari bahasa assembler adalah :

  1. Mesin akan melakukan langkah satu per satu sesuai dengan bahasa yang tertulis sehingga eksekusinya akan efektif sesuai dengan yang dibutuhkan. Sehingga akan menghemat memori pada MK.
  2. Karena hanya kode yang dibutuhkan yang dieksekusi, maka mikrokontroler akan berjalan secepat mungkin karena tidak adanya eksekusi yang tidak perlu yang disebabkan oleh peng generate an kode.
  3. Kita dapat melihat per langkah pengeksekusian program sehingga kita tahu dimana letak kesalahan jika ada.

Adapun kekurangan dari bahasa assembler adalah memiliki perbedaan perintah untuk keluarga mikrokontroler yang berbeda. Perintah – perintah assembler untuk keluarga MCS-51 tak dapat digunakan pada keluarga AVR. Selain itu, karena semua pengalamatan dilakukan secara manual [dibuat sendiri oleh pembuat program], maka dibutuhkan pengetahuan tentang alamat register, RAM internal dan sebagainya.